Anak-anak pada dasarnya adalah pribadi yang penurut, tapi tak bisa dipaksa. Kadang memaksakan pelajaran matematika kepada anak-anak ini sangat sulit jika dibandingkan dengan pelajaran lain yang cenderung mengarah ke hafalan. Pikiran anak-anak sudah didoktrin oleh lingkungan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling sulit. Adanya alat bantu sempoa tidak lantas mengubah keadaan, ada cara sendiri untuk memakai sempoa dalam perhitungan yang tak semua orang bisa melakukannya. Namun, kita bisa mengakalinya dan membuat pelajaran matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak kita, bagaimana caranya??? Berikut adalah tips-tipsnya:
- Mengubah Paradigma --> selain ini paradigma anak-anak adalah matematika adalah pelajaran yang sulit, bikin kepala nyut-nyut dan sulit dikerjakan. Ubahlah paradigma itu semenjak dini, buatlah metode bermain sambil belajar matematika. Ciptakan ruang gerak bagi anak-anak untuk berimajinasi mengenai soal matematika ini.
- Metode Contoh Langsung --> metode ini adalah metode yang paling mudah dilakukan, metode ini bisa dilakukan dengan cara kita menghadirkan contoh langsung kepada anak kita atau dengan kata laen menceritakan sesuai dengan kehidupan real. Misalnya 2+3, kita menyediakan 2 buah batu kemudian 3 buah batu, jadi seolah-olah menjadikan pelajaran matematika adalah sebuah permainan. Jangan lupa untuk selalu menanamkam dan membenamkan memori perhitungan sederhana ini kepada anak-anak kita.
- Meminimalisir penggunan Cara Cepat --> cara cepat yang biasa dikenalkan oleh lembaga bimbingan sebenarnya tidak salah, namun perlu dihindari jika anak-anak tersebut tidak memahami konsep soal. Bisa saja dengan sedikit modifikasi soal tersebut (padahal esensinya sama), anak-anak itu kelabakan nyut-nyut tak bisa menjawab soal tersebut. Pahami benar konsep yang dipelajari.
- Latihan Soal --> melatih dalam mengerjakan soal sangat penting, jadi anak-anak tidak hanya membaca cara mengerjakannya, tetapi anak-anak juga harus praktek dalam pengerjaan soal tersebut. Mengerjakan soal dari guru yang dijelaskan saat pelajaran berlangsung dikelas juga sangat penting untuk mengukur tingkat pemahaman anak saat guru tersebut menerangkan pelajaran tersebut.

No comments:
Post a Comment