Model Kooperatif Tipe TTW(Think-Talk-Write)
TTW (Think-Talk-Write)
merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kebebasan siswa dalam
mengutarakan ide-ide mereka kepada teman-temannya karena biasanya siswa lebih
terbuka sama temannya. model TTW memberikan peluang kepada
siswa berpikir melalui bahan
bacaan matematika yang selanjutnya
mengkomunikasi-kan hasil bacaannya
dengan presentasi dan diskusi (Hadi,2008). Belajar dalam kelompok kecil
dengan model TTW memberikan kesempatan kepada siswa untuk memulai belajar
dengan memahami permasalahan terlebih dahulu, kemudian terlibat secara aktif
dalam diskusi kelompok, dan akhirnya menuliskan dengan bahasa sendiri hasil
belajar yang diperolehnya (Ansari,2004).
Dalam model pembelajaran TTW terdapat
3 fase utama yaitu fase Think, fase Talk dan fase Write.
Fase think
(berfikir) adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis
lainnya untuk membentuk kesan. Fase think merupakan salah satu bentuk
belajar aktif karena dalam berfikir, otak seringkali mengingat informasi dalam
bentuk gambar, simbol, suara, bentuk-bentuk dan
perasaan. Dalam berfikir menggunakan pengingat-pengingat visual dan sensorik ini dalam suatu pola dari
ide-ide yang berkaitan. Seperti peta
jalan yang digunakan untuk belajar,
mengorganisasikan dan merencanakan. Cara
berfikir ini dapat membangkitkan ide-ide baru, asli dan memicu ingatan yang
mudah.
Fase Talk dapat
digunakan dalam segala macam situasi belajar, namun tidak merupakan
satu-satunya alat. Talk dilakukan
dengan diskusi. Diskusi dapat menguntungkan
pendengar yang baik, karena dapat memberi wawasan baru baginya. Menurut Baroody
(Hidayat,2008) ada beberapa kelebihan dari diskusi kelas, yaitu (a) dapat
mempercepat pemahaman materi pembelajaran dan kemahiran menggunakan strategi,
(b) Membantu siswa mengkonstruksi matematika, (c) memberi informasi bahwa para
ahli matematika biasanya tidak memecahkan masalah sendiri-sendiri, tetapi
membangun ide bersama pakar lainnya dalam satu tim, dan membantu siswa
menganalisis dan memecahkan masalah secara bijaksana.
Fase Write
(menulis) adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan
(emosional) dan belahan otak kiri (logika). Dalam fase write, siswa dilatih untuk dapat menuangkan hasil pengalaman
belajarnya dengan cara menuliskan penyelesaian masalah sesuai dengan pemahaman
yang mereka terima. Aktivitas write
akan membantu siswa dalam membuat
kesimpulan. Sedangkan bagi guru untuk melihat bagaimana langkah
menyelesaikan soal matematika dan menyimpulkan solusi jawabannya.
Menurut Purnamasari (2009), pembelajaran degan model
pembelajaran TTW dilaksanakan dengan
cara guru membagikan LKS dan meminta siswa untuk membaca, memikirkan masalah (think) yang ada dalam LKS tersebut,
memberikan dan menanggapi pendapat dalam diskusi kelompok (talk), selanjutnya menuliskan hasil (write) dari siswa berpikir dan berdiskusi kelompok atau kiata kenal
dengan presentasi.
No comments:
Post a Comment