Wednesday, 30 December 2015

LINGKUNGAN KITA



Hai sahabat  INOVA .... musim hujan hampir tiba lho.... udah ada persiapan belum untuk menyambut musim hujan?? Sedia payung sebelum hujan, pepatah itu sering kita dengar sewaktu musim hujan tiba. Pada tahu ini negara kita sudah mengalami musim kemarau panjang yang mengkibatkan kekeringan dimana-mana. kemarau panjang ini selain disebabkan oleh angin muson, tetapi juga disebabkan oleh gelombang elnino. Namun memasuki bulan November, bulan diman hujan akan segera mambasahi bumi. Bersyukur ? pasti, namun dibalik rasa syukur kita , apakah kita sudah siap dengan rahmat Allah yang besar itu??  Apakah kita bisa mengelolanya ?? dan maslah yang utama pun muncul. Banjir. Ya benar , banjir merupakan bencana yang sudah menjadi bencana ketegori nasional.
Kalau kita telusuri dengan seksama, banjir di Indonesia disebabkan 2 faktor ,yaitu letak geografis dan kebiasaan manusia. Akan tetapi, akhir akhir ini faktor kebiasaan manusialah yang menjadi lebih dominan yang menjadi penyebab banjir. Kebiasaan manusia yang paling sering menyebabkan banjir adalah kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya. Kita ingat tahun kemarin ketika kawasan sekitar Purwodadi terkena bencana banjir. Jalanan dipenuhi dengan air menggenang, yang paling parah adalah beberapa sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas juga tak luput dari terjangan banjir. Tak lain dan tak bukan adalah faktor sampah yang jadi faktor utama di Purwodadi. kita ketahui, kawasan jalan Diponegoro dan jalan R Suprapto adalah jalan jalan utama yang terkena banjir terparah. Padahal dikanan kiri jalan tersebut sudah dibangun selokan. Selokan tersebut berada dibawah trotoar sepanjang jalan. Sebenarnya selokan yang dibangun ukurannya sudah sesuai standar, namun dalam jangka waktu yang lama jarang sekali di bersihkan. Pembersihan hanya dilakukan setelah terjadinya banjir dikawasan tersebut. Jelas itu bukan hal efektif dalam penanggulangan banjir.  Harusnya pebersihan selokan dilakukan secara rutin mungkin bisa sebulan sekali oleh pihak terkait. Terus, kira-kira sampah dari siapa yang membuat selokan tersumbat?? Jelas, sampah tersebut tidak lain dan tidak bukan dari kita, kita sebagai masyarakat.
 
Sering kita lihat di kiri kanan jalan, di dinding sekolah “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” kita baca dan kita tahu artinya. Tetapi anehnya banyak yang seenaknya sendiri membuang sampah. Sering kita lihat banyak siswa yang sering meninggalkan kertas sobek, palstik makanan ringan di laci meja. Ada juga yang membuang sampah di selokan depan kelas. Kalau terus begini, lama kelamaan sekolah tidak hanya terkena bahaya banjir, tetapi juga menjadi sarang penyakit, mau?? Pastilah jawaban nya tidak mau, lha trus apakah permasalahan akan selesai jika kita hanya bilang tidak mau. Pastinya harus diimbangi dengan tindakan real, tindakan nyata untuk mulai menjaga kebersihan lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya, bersihkan selokan tiap minggu dan masih banyak lagi hal hal kecil yang bisa kita lakukan demi terciptanya kawasan lingkungan selamat dari banjir. Mulai lah sesuatu yang kecil dan bermanfaat dari diri sendiri, akhirnya menjadi contoh yang baik yang lainnya untuk bisa berperilaku menjaga kebersihan. Akhinya semoga artikel singkat ini membawa manfaat bagi kita, agar sadar dalam memelihara lingkungan dari bencana banjir.  Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Kumpulan Materi UTBK

  NO Rangkuman Materi File 1 Transformasi Download 2 Suku Banyak Download 3 lrisan Kerucut: Hiperbola Download 4 lrisan Kerucut: Elips Downl...