Hai
sahabat INOVA .... musim hujan hampir
tiba lho.... udah ada persiapan belum untuk menyambut musim hujan?? Sedia
payung sebelum hujan, pepatah itu sering kita dengar sewaktu musim hujan tiba.
Pada tahu ini negara kita sudah mengalami musim kemarau panjang yang
mengkibatkan kekeringan dimana-mana. kemarau panjang ini selain disebabkan oleh
angin muson, tetapi juga disebabkan oleh gelombang elnino. Namun memasuki bulan
November, bulan diman hujan akan segera mambasahi bumi. Bersyukur ? pasti,
namun dibalik rasa syukur kita , apakah kita sudah siap dengan rahmat Allah
yang besar itu?? Apakah kita bisa
mengelolanya ?? dan maslah yang utama pun muncul. Banjir. Ya benar , banjir
merupakan bencana yang sudah menjadi bencana ketegori nasional.
Kalau
kita telusuri dengan seksama, banjir di Indonesia disebabkan 2 faktor ,yaitu
letak geografis dan kebiasaan manusia. Akan tetapi, akhir akhir ini faktor
kebiasaan manusialah yang menjadi lebih dominan yang menjadi penyebab banjir. Kebiasaan
manusia yang paling sering menyebabkan banjir adalah kebiasaan membuang sampah
yang tidak pada tempatnya. Kita ingat tahun kemarin ketika kawasan sekitar
Purwodadi terkena bencana banjir. Jalanan dipenuhi dengan air menggenang, yang
paling parah adalah beberapa sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas
juga tak luput dari terjangan banjir. Tak lain dan tak bukan adalah faktor
sampah yang jadi faktor utama di Purwodadi. kita ketahui, kawasan jalan
Diponegoro dan jalan R Suprapto adalah jalan jalan utama yang terkena banjir
terparah. Padahal dikanan kiri jalan tersebut sudah dibangun selokan. Selokan
tersebut berada dibawah trotoar sepanjang jalan. Sebenarnya selokan yang
dibangun ukurannya sudah sesuai standar, namun dalam jangka waktu yang lama
jarang sekali di bersihkan. Pembersihan hanya dilakukan setelah terjadinya
banjir dikawasan tersebut. Jelas itu bukan hal efektif dalam penanggulangan
banjir. Harusnya pebersihan selokan
dilakukan secara rutin mungkin bisa sebulan sekali oleh pihak terkait. Terus,
kira-kira sampah dari siapa yang membuat selokan tersumbat?? Jelas, sampah
tersebut tidak lain dan tidak bukan dari kita, kita sebagai masyarakat.
Sering kita lihat di kiri kanan
jalan, di dinding sekolah “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA” kita baca dan kita tahu
artinya. Tetapi anehnya banyak yang seenaknya sendiri membuang sampah. Sering
kita lihat banyak siswa yang sering meninggalkan kertas sobek, palstik makanan
ringan di laci meja. Ada juga yang membuang sampah di selokan depan kelas.
Kalau terus begini, lama kelamaan sekolah tidak hanya terkena bahaya banjir,
tetapi juga menjadi sarang penyakit, mau?? Pastilah jawaban nya tidak mau, lha
trus apakah permasalahan akan selesai jika kita hanya bilang tidak mau.
Pastinya harus diimbangi dengan tindakan real, tindakan nyata untuk mulai
menjaga kebersihan lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya, bersihkan
selokan tiap minggu dan masih banyak lagi hal hal kecil yang bisa kita lakukan
demi terciptanya kawasan lingkungan selamat dari banjir. Mulai lah sesuatu yang
kecil dan bermanfaat dari diri sendiri, akhirnya menjadi contoh yang baik yang
lainnya untuk bisa berperilaku menjaga kebersihan. Akhinya semoga artikel
singkat ini membawa manfaat bagi kita, agar sadar dalam memelihara lingkungan
dari bencana banjir. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment